• Lamborghini lain dari SalmaMungkin Anda yang akan mengambil kuncinya!

    Cukup membuat deposit minimal $ 1.000 ke akun Anda!

    Dapatkan kondisi trading terbaik dan penawaran bonus yang menarik! Kami telah memberikan 6 mobil sport legendaris! Tapi itu tidak berhenti di situ! Lamborghini Huracan berikutnya dari generasi terbaru mungkin menjadi milik Anda!

    Salma - berinvestasi dalam kemenangan Anda!

  • toolbarCollapseOpenAccount_1
  • Salma Kabinet Klien

    • Pengaturan pribadi
    • Akses ke semua layanan Salma
    • Statistik dan laporan terperinci tentang perdagangan
    • Berbagai macam transaksi keuangan
    • Sistem mengelola beberapa akun
    •  Perlindungan data maksimum
  • cabinet_client1

Berita Pasar

Informasi yang direkomendasikan

demo Berita Pasar

Ketidakstabilan Nilai Poundsterling Akibat Goyahnya Hasil Polling Pemilu Inggris

Negara Inggris merupakan negara kerajaan paling makmur dan terbesar di dunia. Segala hal yang berkaitan dengan negara satu ini pasti menyedot perhatian dunia, mulai dari isu perekonomian hingga berita politik yang selalu menjadi perhatian publik. Inggris memilki mata uang Pounsterling yang memiliki nilai tukar cukup tinggi.

Inggris tidak hanya maju dari sektor ekonomi saja melainkan juga dari sektor pendidikan. Hal ini terbukti dari adanya kampus-kampus serta lembaga pendidikan lainnya yang terkenal berkualitas, mampu mencetak lulusan yang unggul dan berprestasi. Inggris juga memiliki ilmuwan yang terkemuka serta terkenal dengan penemuannya.

Perkembangan ekonomi Inggris sempat mengalami penurunan untuk pertama kalinya pada kuartal kedua 2012. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan masalah pra-Brexit yang terjadi di awal 2019 serta menjadi firasat yang kurang baik setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengemukakan dukungannya negara ini keluar dari Unit Eropa.

Perekonomian Inggris dirasa kini melambat sejak pemungutan suara dalam kesepakatan untuk meninggal Uni Eropa. Diprediksikan tingkat pertumbuhan tahunan mengalami penurunan lebih dari 2%.

 

Seputar Pemilu Inggris

Nilai tukar poundsterling melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini rupanya dipengaruhi oleh adanya isu Pemilu Inggris yang masih menjadi perhatian mata dunia. Nilai Poundsterling kini mencapai angka 0.3 persen ke level 1.2902, terhadap Dolar AS pada awal perdagangan sesi Eropa bulan ini. 

Nilai tukar Poundsterling kini berada pada kisaran yang sama sejak pertengahan Oktober. Akan tetapi, pertanda hilangnya momentum semakin jelas seiring dengan memudarnya dukungan massa bagi partai Konservatif, yang secara langsung diketuai oleh PM Boris Johnson. 

Minggu lalu, Jeremy Corbyn yang merupakan pimpinan partai Labour, mengungkap sebuah dokumen rancangan perundingan dagang yang dicurigai sebagai bukti bahwa PM Boris Johnson berencana untuk melelang NHS kepada Amerika Serikat setelah Inggris keluar dari Uni Eropa. 

NHS atau National Health Service adalah salah satu sistem asuransi serta layanan kesehatan nasional Inggris yang diurus oleh pemerintah. Keberadaanya secara langsung termasuk menjadi trending topic dalam pemilu. Pihak Konservatif ditengarai dituding akan mengubah NHS menjadi lembaga swasta. 

Tentu langkah tersebut  tidak disukai oleh masyarakat karena akan menyebabkan semakin meningkatkan biaya layanan kesehatan. Selain itu, Labour berkomitmen untuk tetap menahan NHS menjadi fasilitas publik dengan tarif yang dijangkau masyarakat dengan tarifnya yang murah. 

Dari hasil polling yang telah resmi diumumkan seusai dengan pembuktian dokumen tersebut memberikan bukti adanya pergeseran dukungan massa. Polling Kantar memperlihatkan adanya kenaikan dukungan sebanyak 5 persen bagi Labour. Sedangkan Konservatif mengalami penurunan sebesar 2 persen.

Untuk hasil polling You Gov terlihat adanya dukungan yang naik 2 persen untuk Labour. Akan tetapi jika dilihat secara umum, partai Konservatif masih mampu memiliki kesemampatan untuk menang sebagai mayoritas di parlemen Inggris.

Isu Penurunan Poundsterling Akibat Gejolak Pemilu

Pemilihan Umum (Pemilu) di Inggris merupakan salah satu faktor penggerak utama Poundsterling akhir-akhir ini. Masyarakat serta pasar lebih tertarik dengan hasil polling yang masih menjadi rahasia mengenai siapa yang akan keluar sebagai pemenang pada Pemilu tersebut.

Partai Konservatif ditengarai akan berpeluang untuk memenangkan Pemilu pada 12 Desember nanti. Namun ada juga pihak yang pesimis akan hal ini karena dirasa kesempatan tersebut sangat tipis. Dari hasil survey yang dirilis oleh Reuters dari Kantar memperlihatkan bahwa Partai Konservatif yang disebut juga dengan Tory memiliki skor lebih sebanyak 11 poin.

Hal ini tentunya lebih unggul jika dibanding dari Partai Buruh sebagai pesaingnya. Namun beberapa waktu lalu, Partai Konservatif sempat unggul 18 poin. Berdasarkan hasil survey terbaru yang dilakukan oleh ICM untuk Routers, Partai Konservatif unggul 10 poin pada pekan lalu dan kini menurun menjadi 7  poin.

Meninggalkan fakta tersebut, Poundsterling memberikan reaksi cukup kuat pada isu penurunan dukungan pada partai Konservatif. Hal ini disebabkan oleh peluang kemenangan secara umum bagi partai Konservatif pada bursa judi Betfair yang kini menyusut dari angka 70 persen menjadi 64 persen. 

Pada faktanya, reli Poundsterling kini ditentukan oleh kesempatan kemenangan partai Konservatif agar bisa memperlancar proses brexit pada tahun selanjutnya. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, proposal Brexit selalu gagal pada Parlemen Inggris.

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama
bg_custom-support

ic_info 24/5 Dukungan Pelanggan

Tim dukungan pelanggan kami yang berdedikasi siap memberikan dukungan lokal dalam 10 bahasa.